Apakah Anda sudah menyiapkan hampers lebaran untuk dibagikan nanti saat hari raya Idul Fitri? Sebenarnya apa itu Hampers lebaran? Berbagi bingkisan spesial saat lebaran memang menjadi bagian dari tradisi masyarakat muslim di tanah air.
Hampers biasanya dibagikan kepada kerabat, rekan kerja maupun orang-orang terdekat seperti tetangga. Sebenarnya bagaimana awal mula tradisi lebaran berbagai hampers ini di Indonesia? Simak penjelasan selengkapnya berikut.
Apa Itu Hampers Lebaran?
Hampers adalah sebuah kotak atau box yang berisi makanan dan minuman. Namun Anda juga bisa memasukkan barang-barang lainnya seperti skincare, aksesoris dan lain-lain sesuai keinginan. Barang-barang tersebut dimasukkan dalam box dan ditata dengan cantik.
Hampers sendiri dapat dibedakan sesuai waktu pemberiannya, misal hampers natal, hampers lebaran, hampers nikahan dan lain sebagainya. Untuk hampers lebaran memang lebih identik dengan kotak hadiah yang berisi makanan dan minuman.
Biasanya untuk momen lebaran, isi hampers berupa cookies atau kue-kue kering khas idul fitri. Anda bisa memasukkan kue nastar, putri salju, kastengel atau kue kering lainnya. Hampers dikemas dengan baik dan cantik untuk selanjutnya bisa diberikan kepada orang lain.
Sejarah Hampers
Sebenarnya hampers tidak hanya diberikan untuk lebaran Idul Fitri saja. Bingkisan hadiah ini juga biasa diberikan pada berbagai momen, seperti hari raya agama lain, ulang tahun, pernikahan, ucapan kelahiran dan lainnya. Lalu bagaimana sejarah dari hampers yang kini populer untuk bingkisan lebaran?
Hampers Dari Inggris Ke Prancis
Asal usul hampers sendiri berawal dari tradisi yang diperkenalkan oleh William the Conqur pada abad ke-11. Hampers diambil dari Bahasa Prancis yaitu kata “Hanapier” yang berarti keranjang untuk gelas.
Di Prancis keranjang anyaman saat itu sering digunakan untuk mengangkut anggur dan makanan. Keranjang anyaman dianggap lebih kuat untuk menyimpan makanan ketika melakukan perjalanan panjang.
Keranjang hadiah atau hampers ini terus berkembang hingga era Viktoria. Pada umumnya orang-orang dari golongan menengah atas yang dapat mengisi kerajang atau hampers ini.
Pada abad ke-19, keluarga dari Ratu Victoria menjadikan hampers sebagai barang mewah yang diberikan kepada orang lain sebagai hadiah.
Seiring berjalannya waktu, pemberian hampers tidak hanya dari orang-orang kaya saja. Saat ini hampers menjadi barang atau hadiah yang wajar diberikan oleh semua kalangan.
Perang Dunia 1 Berpengaruh Pada Tradisi Pengiriman Bingkisan
Ketika itu orang-orang yang berada di rumah atau tidak ikut perang akan membuat makanan. Kemudian makanan tersebut ditata dalam kerajang agar rapi dan muat banyak.
Hampers tradisional yang berisi makanan inilah yang akan dikirim kepada suami, ayah atau kerabat yang sedang ikut berperang.
Bingkisan hadiah dikirim keluarga untuk orang-orang yang mereka sayangi, baik yang masih berperang maupun kerabat yang ada di rumah sakit tentara. Hampers yang diberikan sangat berbeda dari hampers lebaran saat ini.
Keranjang hadiah atau hampers yang sering dikirim dari keluarga yang berperang biasanya diisi dengan barang-barang kebutuhan seperti makanan, obat-obatan atau yang lainnya.
Hampers Dan Keranjang
Di Amerika hampers berarti keranjang cucian. Tradisi di negara tersebut yaitu mengirimkan hadiah dalam keranjang tradisional untuk orang lain.
Anda juga bisa membuat hampers dari keranjang yang dikemas cantik. Namun saat ini lebih populer hampers yang menggunakan box dengan bentuk yang lebih praktis. Isi hampers juga bisa disesuaikan dengan tema.
Hampers Lebaran Untuk Hari Raya Idul Fitri
Di masyarakat muslim sendiri berbagi rezeki di hari raya telah menjadi tradisi yang sudah dilakukan sejak lama. Bukan hanya dalam bentuk pecahan uang, tetapi juga bisa barang-barang berharga dan dibutuhkan.
Nah, di era teknologi dan informasi yang berkembang begitu pesat ini masyarakat banyak beralih dari yang awalnya memberikan bingkisan dengan kantong kresek mengganti bingkisan lebaran dengan hampers.
Tren sosial media sangat berperan dalam perkembangan hampers lebaran yang kini kian populer. Tertarik untuk membuat hampers lebaran yang bisa dibagikan ke keluarga? Berikut langkah-langkahnya.
Tentukan Tema
Tema yang paling cocok tentu saja lebaran atau Idul Fitri. Jadi Anda bisa menyiapkan box dan hiasan hampers dengan tema Idul Fitri. Misalnya pita hijau dan hiasan ketupat yang dapat mempercantik hampers lebaran.
Tentukan Isi Hampers
Anda bisa mengisi hampers dengan beberapa toples kue lebaran atau makanan lain. Pastikan isian untuk hampers tidak terlalu besar dan berat agar tidak merusak box yang digunakan.
Menambahkan Filling
Isian hampers tidak hanya makanan dan minuman atau hadiah yang akan diberikan. Namun ada juga filling yang menjadi hiasan di dalam box hampers. Filling bisa berupa kardus yang diremas-remas, gumpalan kertas atau lainnya yang dapat mencegah isi hampers tenggelam.
Menyusun Isi Hampers
Tata isian hampers dengan rapi dan posisi yang cantik. Bungkus hampers dengan plastik bening dan beri hiasan agar hampers lebaran Anda terlihat cantik.
Itulah beberapa ulasan mengenai apa itu hampers lebaran dan sejarahnya yang menjadi bingkisan hadiah lebaran. Anda bisa memberikannya kepada keluarga, tetangga, teman, rekan kerja atau orang-orang terdekat saat hari raya Idul Fitri nanti.







