Seiring dengan berkembangnya waktu, dunia bisnis sudah semakin menjamur serta disukai banyak orang. Pada dunia bisnis tidak bisa terlepas dari yang namanya distribusi.
Kegiatan distribusi ini menjadi aspek paling penting terhadap jalanya suatu bisnis. Terdapat dua pendekatan utama distribusi yaitu distribusi langsung serta tidak langsung.
Keduanya mempunyai ciri khas serta manfaatnya masing-masing. Berikut penjelasan singkat terkait apa itu distribusi, perbedaan dan contohnya.
Pengertian Distribusi Langsung
Distribusi langsung merupakan metode menjual produk yang dilakukan secara langsung pada pelanggan tanpa melibatkan perantara.
Beberapa perusahaan banyak yang memilih untuk menggunakan katalog online pada platform seperti e-commerce atau situs penjualan online lainnya yang memungkinkan dilakukan pembelian secara langsung.
Hal ini bisa menjadi solusi terbaik apabila perusahaan tersebut telah terbiasa menggunakan teknologi online.
Walau begitu cara lain yang bisa Anda lakukan untuk melakukan distribusi metode ini yaitu ketika konsumen memesan barang dengan cara menghubungi penjual lewat telepon.
Saat Anda memutuskan untuk memilih pendekatan langsung maka penting bagi Anda untuk mempertimbangkan jumlah biaya yang perlu di investasikan. Hal tersebut termasuk di dalamnya biaya untuk pabrik ataupun gudang.
Selain itu Anda juga perlu mempersiapkan kendaraan yang akan dipakai dalam pengiriman produk ditambah gaji karyawan yang bertugas sebagai staf distribusi ataupun faktor lainnya.
Pengertian Distribusi Tidak Langsung
Distribusi tidak langsung merupakan proses pengiriman produk yang dilakukan perusahaan melalui beberapa perantara.
Jadi produk yang dihasilkan perusahaan tidak langsung ada untuk diakses oleh pelanggan namun sebelumnya harus melewati beberapa pihak.
Contoh sederhananya, produk makanan serta minuman sering mengadopsi pendekatan distribusi ini dengan melibatkan beberapa tingkatan pedagang dalam mencapai pelanggan maupun pengguna akhirnya.
Perusahaan yang menghasilkan makanan atau minuman biasanya memilih metode ini karena dianggap menjadi cara paling sesuai dalam menjalankan bisnisnya.
Pada distribusi ini beberapa pihak akan berurutan terlibat mulai dari perusahaan, pedagang besar hingga pedagang eceran.
Lalu akhirnya produk tersebut akan diterima oleh pengguna akhir setelah melalui berbagai rangkaian perantara.
Perbedaan Distribusi Langsung & Tidak Langsung
Informasi selanjutnya yang akan dibahas di sini adalah gambaran mengenai perbedaan utama antara dua pendekatan distribusi langsung dengan distribusi tidak langsung. Apa saja itu?
Proses Distribusi
Dari segi proses distribusi-nya produk ataupun layanan akan disampaikan produsen ke konsumen secara langsung tanpa melalui perantara tambahan pada pendekatan distribusi langsung.
Sementara pada distribusi tidak langsung akan melewati beberapa tahap distribusi saat proses penyampaian barang.
Hal tersebut karena pada pendekatan ini melibatkan beberapa perantara yang cukup panjang sebelum sampai di tangan konsumen akhir.
Kontrol
Perbedaan selanjutnya yaitu kontrol atau kendali penuh terhadap produk, harga serta strategi pemasaran.
Pada distribusi langsung, produsen mempunyai kendali penuh tanpa adanya campur tangan dari orang ketiga.
Sementara pada distribusi tidak langsung produk serta harga yang diberikan kontrol-nya terbagi antara produsen maupun perantara.
Interaksi Dengan Konsumen
Pada distribusi langsung, produsen bisa berinteraksi langsung dengan konsumen seperti mendengarkan umpan balik ataupun merespon perubahan pasar secara langsung dan cepat.
Sementara pada distribusi tidak langsung, interaksi langsung yang terjadi mungkin terbatas sebab produk melibatkan beberapa perantara.
Jaringan Distribusi
Berbeda dengan distribusi langsung yang tidak melewati perantara tambahan. Pada distribusi tidak langsung harus melalui beberapa perantara sehingga melibatkan jaringan yang lebih luas.
Pengetahuan Lokal
Proses pengiriman yang dilakukan secara langsung memungkinkan pendekatan langsung kurang memanfaatkan pengetahuan lokal.
Sementara distribusi tidak langsung seringkali membutuhkan pemahaman atau pengetahuan lokal untuk menyesuaikan preferensi konsumen setempat.
Keuntungan
Jika dibandingkan distribusi langsung tentu saja bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Sementara keuntungan distribusi tidak langsung yaitu bisa membantu mencapai pasar lebih luas serta mengurangi risiko logistik.
Contoh Distribusi Langsung & Tidak Langsung
Contoh distribusi langsung serta tidak langsung pada konteks bisnis akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.
Distribusi Langsung
Restoran dengan layanan pesan antar yang dilakukan mandiri menjadi contoh pendekatan yang pertama yaitu distribusi langsung.
Dalam hal ini restoran memiliki penuh atas semua proses pengantaran serta interaksi dengan pelanggan.
Distribusi tidak langsung
Contoh sederhana pendekatan distribusi tidak langsung yaitu distribusi produk kesehatan pada Apotek.
Hal tersebut karena apotek berperan sebagai perantara yang menyediakan berbagai produk kesehatan pada konsumen.
Contoh lainnya diterapkan di supermarket, Anda tentu mengetahui bahwa banyak produk makanan yang tersedia di sana.
Produk yang ditawarkan itu sudah melewati berbagai tahapan distribusi mulai dari produsen, distributor sebelum sampai pada konsumen.
Kesimpulan
Dalam memilih pendekatan distribusi baik langsung atau tidak langsung sangat bergantung terhadap jenis produk serta pasar yang dituju.
Namun beberapa bisnis ada yang memilih untuk menggabungkan keduanya dalam mencapai fleksibilitas lebih besar untuk menghadapi pasar.







