Warehouse Management System di logistik merupakan perangkat lunak yang digunakan dalam pengelolaan maupun mengontrol berbagai proses di gudang, mulai dari penerimaan, penyimpanan, pengembalian serta pengiriman barang.
Bagi berbagai pelaku usaha memastikan pencatatan dengan baik tentu hal yang wajib dilakukan. Menggunakan Warehouse Management System biasa digunakan mengelola data di gudang baik proses kedatangan hingga pengiriman barang.
Untuk beberapa pelaku usaha masih menggunakan proses manual dalam pencatatan dokumen di gudang. Hal ini tentulah tidak efisien dan banyak memungkinkan adanya kesalahan pencatatan akibat Human Error.
Kesalahan dalam membaca data, dalam menghitung atau bahkan dalam penomoran barang bisa juga menyebabkan kehilangan dari barang. Untuk itu proses manual sangatlah berisiko dalam proses usaha seperti logistik.
Dengan melakukan digitalisasi menggunakan Warehouse Management System proses operasi dalam gudang ataupun dalam pengiriman bisa di kontrol dengan baik.
Fungsi Utama Warehouse Management System
Warehouse Management System dalam dunia logistik digunakan untuk mengoptimalkan operasional gudang agar proses pekerjaan di gudang maupun pengiriman berjalan dengan baik.
Banyak fungsi WMS yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan pemilik jasa terhadap pelanggan-nya. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan WMS baik pelanggan maupun pemilik usaha sama-sama diuntungkan.
1. Pengendali Persediaan Barang
Warehouse Management System akan membantu mencatat berbagai barang yang masuk dan keluar dalam gudang. Sehingga data gudang akurat dan kondisi barang terdeteksi dengan baik.
Gudang pun dapat digunakan menyimpan barang secara maksimal dan bisa lebih optimal. Selain itu proses penerimaan, penyimpanan dan pengambilan barang bisa lebih efisien dan berjalan lebih cepat.
2. Optimalisasi Operasi Gudang
Warehouse Management System akan membantu pengusaha dalam proses optimalisasi gudang karena barang yang ada di dalam tertata dan tercatat dengan baik.
Gudang bisa digunakan semaksimal mungkin dalam proses penyimpanan barang masuk dan keluar. WMS akan membantu mengatur lokasi penyimpanan barang di gudang sehingga dalam pengambilan pun bisa lebih mudah.
Barang yang ada di dalam gudang pun tidak terlalu lama di gudang. Hal ini bisa mempercepat proses pengiriman barang.
3. Pelacakan Barang
Warehouse Management System memberikan informasi yang rinci terkait operasional yang ada di dalam gudang. Misalnya terkait produktivitas karyawan dan persediaan barang keluar dan masuk.
Sehingga dengan kegiatan keluar masuk barang yang sudah tercatat dengan baik memungkinkan untuk dilakukan pelacakan barang secara real time, mulai dari barang keluar gudang sampai dengan tangan pelanggan.
Menggunakan Warehouse Management System bisa digunakan memenuhi pesanan sesuai dengan estimasi waktu yang dibutuhkan. Hal ini karena proses di gudang berjalan dengan baik dan cepat.
Sehingga penerimaan maupun pengiriman barang bisa berjalan sesuai tenggat waktu. Proses pengelolaan yang efisien ditambah dengan minimnya risiko kerusakan maupun kehilangan akan meningkatkan kepuasan pelanggan.
5. Laporan Dan Analisa
Dengan menggunakan Warehouse Management System pencatatan yang dilakukan bisa secara digitalisasi sehingga meminimalkan risiko kesalahan data. Dengan data yang ada dalam pencatatan bisa menjadikan laporan jauh lebih akurat.
Dengan adanya laporan yang baik bisa digunakan dalam penentuan keputusan terkait persediaan maupun biaya. Dengan WMS analisa terkait gudang bisa berjalan dengan baik.
Kenapa Perlu Pakai Warehouse Management System?
Bagi pengusaha di bidang logistik tentulah sangat perlu menggunakan Warehouse Management System.
Mengingat sistem ini bukan hanya untuk melakukan pencatatan, tapi juga bisa membantu segala proses pengendalian barang di gudang hingga sampai ke tangan pelanggan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan pelayanan dan kepuasan terhadap pelanggan.
Pemilik usaha logistik yang telah menggunakan Warehouse Management System akan memudahkan banyak proses di gudang maupun dalam pengiriman.
Misalnya saja untuk proses penerimaan, penyimpanan, pengumpulan, pengemasan, pengiriman, pengembalian, hingga stop opname. Oleh karena itu Warehouse Management System sangat perlu dipakai untuk pemilik usaha logistik.
Mulai dari proses penerimaan atau proses masuknya barang ke gudang. Barang yang diterima akan di cek kondisi, jumlah dan waktu dengan tepat.
Sehingga akan mempercepat proses selanjutnya berjalan. Setelah barang diterima akan disimpan terlebih dahulu di dalam gudang.
Warehouse Management System akan membantu proses penyimpanan dengan mengatur lokasi simpan di gudang. Kemudian dikumpulkan dan dikemas sesuai dengan pesanan yang diterima.
Warehouse Management System akan membantu proses pencatatan selama packing. Sehingga kondisi barang saat sebelum kirim tercatat dengan baik dan menghindari adanya risiko komplain setelah barang diterima.
Warehouse Management System akan membantu pengecekan secara real time proses pengiriman barang. Mulai dari barang keluar gudang sampai dengan ke tangan pelanggan.
Kemudian bila ada barang dikembalikan akan dilakukan pencatatan secara terperinci. Sistem akan membantu proses pencatatan dengan baik. Sehingga catatan stock opname pun bisa selalu diperbarui secara otomatis.
Banyaknya fungsi WMS inilah yang menjadi alasan pengusaha perlu menggunakannya. Sekian penjelasan singkat terkait cara kerja Warehouse Management System di dalam dunia logistik.







