Bagi Anda yang sering mengirim ataupun mendapatkan paket barang, tentu sudah tidak asing lagi dengan bubble wrap. Umumnya, barang yang dikirim akan dilapisi dengan plastik pelindung yang satu ini guna menghindari kerusakan saat di perjalanan.
Kalau Anda perhatikan, lembaran plastik yang bergelembung ini memiliki permukaan yang lebih fleksibel. Tentunya, ukuran dan jenisnya juga bervariasi, serta dapat difungsikan sesuai masing-masing manfaatnya.
Jenis Bubble Wrap yang Kerap Dipakai
Ada berbagai jenis bubble wrap yang saat ini sering kali digunakan dalam pengemasan barang, meskipun ada beberapa yang mungkin kurang familiar. Berikut jenis bubble wrap yang dimaksud.
1. Roll Bubble Wrap (Bubble Wrap Umum)
Sesuai namanya, bubble wrap ini merupakan pembungkus barang yang paling umum dijumpai di pasaran. Bubble wrap pada umumnya berupa lembaran plastik yang bening. Lembaran tersebut mempunyai setidaknya 1 hingga 2 lapisan gelembung udara.
Plastik pengemas yang satu ini bisa menjadi solusi pengemasan yang ekonomis dan efektif karena lebih hemat dan dapat melindungi barang dari berbagai kerusakan. Bubble wrap ini tersedia dalam dua jenis, yakni regular dan heavy duty.
Regular
Regular Bubble Wrap merupakan bubble wrap dengan besar gelembung antara 10 mm dan 20 mm. Pembungkus ini memiliki satu lapisan di mana ada bagian datar di balik bagian yang bergelembung.
Jenis Bubble Wrap ini cocok digunakan untuk melapisi barang-barang rumah tangga yang umum dikirimkan.
Heavy Duty
Heavy Duty Bubble Wrap sama-sama memiliki besar gelembung antara 10 mm dan 20 mm, namun dengan dua lapisan datar yang ada bagian sisi bagian luar dan dalam.
Tidak mengherankan jika bubble wrap ini kerap digunakan untuk mengemas berbagai produk yang lebih rapuh maupun untuk pengiriman profesional, relokasi, dan penyimpanan gudang.
Foil Bubble Wrap (Metalished Bubble Wrap)
Merupakan lembaran pembungkus di mana pada bungkus gelembungnya dilaminasi oleh lembaran foil. Lembaran inilah yang akan memastikan apakah pengemasan barang sudah dilakukan dalam suhu yang terkontrol dengan baik.
Foil pada bubble wrap ini memiliki kualitas thermal yang dapat mengatur suhu produk pada bagian dalam sekaligus dapat melindungi dari berbagai kerusakan. Oleh karenanya plastik pengemasan ini biasa digunakan untuk membungkus barang yang sensitif dengan perubahan suhu.
Adapun barang yang biasa dibungkus menggunakan bubble wrap jenis ini misalnya makanan, lukisan, dokumen, dan barang-barang lain yang sensitif. Umumnya, bubble wrap ini berwarna hitam dan ketebalan yang cukup tinggi.
Foam Bubble Wrap
Ada juga bubble wrap yang dilapisi dengan busa di salah satu sisinya. jenis bubble wrap yang satu ini sangat cocok buat Anda yang ingin mengirimkan barang dengan perlindungan yang lebih ekstra.
Busa ini digunakan sebagai bantalan tambahan guna memberikan proteksi terhadap barang-barang yang punya sifat halus atau rapuh dan membutuhkan perlakuan secara khusus.
Meskipun tebalnya berkisar antara 0.5 mm, bubble wrap ini tidak cuma bisa melindungi dari kerusakan, namun juga dari kelembaban. Dengan begitu permukaan barang bisa tetap kering dan bersih sehingga barang yang rapuh tersebut bisa sampai di tangan pelanggan dengan aman.
Kraft Backed Bubble Wrap
Sesuai namanya, bubble wrap ini juga dilapisi dengan kertas kraft yang didesain khusus secara kuat untuk pengemasan berbagai furnitur kayu dan barang-barang rumah tangga.
Bubble wrap jenis ini sangat mudah digunakan namun tetap tahan banting dan memiliki kemampuan menahan goncangan serta benturan saat proses pengiriman.
Plastik pembungkus ini juga dirancang untuk dapat melindungi permukaan lantai akibat gesekan furniture yang berat. Hal ini akan membuat lantai rumah Anda akan tetap halus dan tidak rusak karena tergesek oleh furnitur kayu yang berat ini.
Bubble Wrap Anti Statis
Sesuai namanya, bubble wrap ini memang dirancang untuk tahan terhadap segala guncangan yang berisiko dapat membuat barang pengiriman menjadi rusak. Biasanya pengemasan dengan bubble wrap ini dilakukan untuk barang-barang elektronik maupun suku cadangnya.
Tentu kita tahu, barang-barang elektronik jika tidak dikemas dengan baik akan menjadi masalah karena adanya kerusakan komponen hingga hubungan arus pendek yang dapat tercipta.
Hal ini karena adanya listrik statis yang bisa muncul jika bahan plastik yang digunakan adalah plastik biasa. Itulah mengapa, biasanya pembungkus bubble wrap ini diberi warna merah muda/pink.
Selain berbagai bubble wrap di atas, saat ini juga sudah ada beragam jenis bubble wrap dengan berbagai bentuk. Mulai dari berbentuk tas, tabung, hingga yang terkesan premium.
Meski belum banyak digunakan, namun jenis bubble wrap tersebut bisa juga menjadi solusi pengiriman barang-barang Anda agar tetap aman.
Itulah informasi dari Union Logistics mengenai beberapa jenis bubble wrap yang umum digunakan dan bahkan sering ditemui sehari-hari.
Karena sudah mengetahui jenis-jenisnya, pastikan saat Anda mengemas barang sudah disesuaikan dengan jenis bubble wrap-nya ya. Semoga bermanfaat!







