Semakin banyak kemudahan untuk membeli barang dari luar negeri menjadikan minat masyarakat untuk impor barang semakin tinggi.
Namun perlu diketahui bahwa meski proses membeli barang dari luar negeri bisa dilakukan dengan cepat dan mudah, dibutuhkan pemahaman yang mendalam syarat dan ketentuan yang berlaku.
Untuk itu berikut kami jelaskan tentang beberapa cara untuk impor barang dari luar negeri dengan benar dan aman.
Syarat Dan Prosedur Cara Impor Barang Dari Luar Negeri
Sesuai dengan UU No.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, kegiatan impor barang merupakan sebuah kegiatan untuk memasukkan barang dari daerah pabean negara lain ke dalam daerah pabean Indonesia.
Untuk daerah pabean Indonesia meliputi wilayah darat, laut dan udara serta beberapa lokasi tertentu yang termasuk Zona Ekonomi Eksklusif serta landas kontinen.
Untuk melakukan impor barang, setidaknya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu;
- Perusahaan impor barang harus memiliki legalitas importir dalam bentuk Angka Pengenal Importir (API), yang terbagi menjadi 2 yaitu API Produsen dan API Umum.
- Memiliki syarat dokumen yang dibutuhkan terdiri dari TDU, SIUP, TDI/IUI, Rekomendasi Teknisi dan NPWP
- Mempunyai Nomor Identitas Kepabeanan (NIK) atau Nomor Registrasi Importir (SPR) yang diperoleh dari Direktorat Jenderal dan Bea Cukai
Berikut ini adalah beberapa prosedur atau cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan impor barang dari luar negeri yaitu;
Siapkan Dokumen Impor Barang
Dokumen untuk impor barang merupakan jenis dokumen yang berisi tentang jenis barang, informasi pembeli dan pemasok serta transaksi yang dilakukan yang dibutuhkan untuk mengurus perizinan serta kepabeanan.
Pastikan semua dokumen impor barang yang dilampirkan sudah benar, lengkap dan sesuai dengan syarat ketentuan yang diberlakukan. Adapun beberapa dokumen untuk impor barang yang dibutuhkan diantaranya adalah;
- Faktur atau invoice pembelian barang
- Surat keterangan pemesanan barang
- Surat jalan (packing list)
- Surat keterangan asal barang
- Surat pernyataan impor barang
- Surat pengangkutan barang
- Surat izin impor barang
- Surat keterangan lainnya yang sesuai dengan jenis barang contohnya sertifikat mutu barang, sertifikat halal hingga sertifikat kesehatan.
Tentukan Harga Dan Sistem Perdagangan
Usahakan untuk memilih sistem perdagangan yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi keuangan bisnis Anda. Tentukan harga dan sistem perdagangan yang akan digunakan dengan pemasok barang di luar negeri.
Di mana harga dan sistem perdagangan yang dipilih akan memberikan informasi terkait tanggung jawab dan kewajiban biaya yang dibebankan oleh pemasok berakhir.
Untuk menentukan harga dan sistem perdagangan yang akan digunakan, pebisnis harus mengetahui dan memahami dengan baik beberapa istilah yang digunakan dalam bisnis impor barang.
Seperti istilah CFR, FAS, CIF, DDP dan lainnya yang kerap dipakai dalam bisnis perdagangan internasional. Semua istilah tersebut berhubungan erat dengan hal asuransi, penyerahan barang impor hingga biaya pengiriman.
Pilih Cara Dan Biaya Pengiriman
Lakukan pemilihan jasa pengiriman barang yang jelas, profesional, terpercaya sekaligus berpengalaman.
Seperti memilih cara pengiriman barang impor yang sesuai dengan jenis, berat, ukuran dan waktu pengiriman barang via jalur darat, laut dan udara.
Selain itu, usahakan untuk lebih jeli dalam memperhatikan biaya pengiriman yang diberikan oleh jasa pengiriman.
Perhatikan dengan baik apakah biaya pengiriman yang dibebankan sudah termasuk beberapa biaya tambahan yang dibutuhkan seperti biaya gudang, biaya administrasi, biaya bongkar muat dan lain sebagainya.
Proses Pemeriksaan Dan Pembayaran Pajak Impor Barang
Selanjutnya adalah untuk melakukan proses pengecekan secara fisik dan administratif pada barang serta dokumen impor yang Anda bawa.
Tujuannya adalah untuk memastikan barang dan dokumen impor yang dilampirkan sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Selanjutnya perlu dilakukan pembayaran pajak yang muncul karena prosedur impor barang yang terdiri dari pajak pertambahan nilai, bea masuk, pajak penghasilan dan pajak lainnya yang berkaitan.
Proses Pengambilan Dan Penyerahan Barang Yang Diimpor
Langkah atau cara yang terakhir adalah dengan melakukan pengambilan dan penyerahan barang yang diimpor. Barang impor bisa diambil dari tempat penyimpanan sementara misalnya terminal, gudang dan pelabuhan.
Untuk bisa mengambil barang impor yang dikirim, dibutuhkan dokumen impor barang dan bukti pembayaran pajak yang diperoleh dari kantor bea cukai.
Usahakan untuk melakukan pemeriksaan pada kondisi barang impor untuk melihat apakah sudah sesuai dengan pesanan serta tidak terjadi kerusakan atau kehilangan unit barang sehingga jumlahnya tidak sesuai pesanan.
Untuk proses penyerahan barang impor adalah dilakukan dari Anda sebagai pihak pebisnis impor barang ke penerima seperti mitra, pelanggan atau diri Anda sendiri.
Penyerahan barang impor akan dilakukan sesuai kesepakatan yang sudah terjadi dari mulai waktu, tempat dan cara penyerahan barang yang diimpor dari luar negeri.
Kesimpulan
Dengan mengetahui dan memahami apa saja langkah serta cara impor barang dari luar negeri maka Anda bisa melakukannya dengan benar serta sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kegiatan impor barang secara umum bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang tak bisa dipenuhi oleh produksi lokal disebabkan adanya keterbatasan teknologi, sumber daya hingga kapasitas produksi yang dimiliki.
Jika Anda sedang mencari layanan pengiriman dalam negeri yang terpercaya, cek juga rekomendasi jasa ekspedisi terbaik untuk bisnis online agar proses pengiriman Anda jadi semakin efisien dan aman.







