Nama Jack Ma mungkin sudah tidak asing lagi sebagai pebisnis raksasa yang berasal dari China. Hal ini tidak terlepas dari kehadiran Alibaba yang didirikannya. Siapa sangka dahulu Jack Ma hanya dipandang sebelah mata.
Mulanya, Jack Ma hanya bermimpi membangun sebuah perusahaan besar. Ide tersebut sering kali dihina oleh banyak orang dan dianggap sebagai hal yang mustahil. Tetapi berkat kegigihannya, ia berhasil membuktikan kepada orang-orang bahwa dirinya bisa mewujudkan mimpinya dan menjadi orang yang sukses.
Siapa Jack Ma?
Jack Ma adalah pebisnis dari Tiongkok yang terkenal sebagai pendiri dari Alibaba Group. Ia lahir pada 10 September 1964 di Hangzhou, Tiongkok dengan nama asli Ma Yun.
Jack dan keluarganya tumbuh dalam masa komunis di Tiongkok yang terisolasi dari pengaruh Barat. Ia pun tumbuh dalam keluarga dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Namun kondisi ini tidak membuatnya menyerah untuk belajar.
Di tahun 2015, nama Jack Ma masuk ke dalam daftar Forbes Business Media sebagai Influential Global Billionaire. Ia pun menjadi salah satu orang paling kaya di China.
Tahun 1999, Mulainya Alibaba Didirikan
Tahun 1999 menjadi awal mula dari perusahaan Alibaba mulai terlihat. Perusahaan ini didirikan oleh Jack Ma dan juga 18 temannya yang mulanya adalah perusahaan ritel dimana awal mula perjalanan dari perusahaan ini sebenarnya tidaklah mudah, mereka harus mencari lokasi usaha dengan harga murah di Tiongkok.
Akhirnya mereka memilih lokasi dengan tempat yang cukup kecil di Hangzhou, Tiongkok. Nah, dari sinilah kemudian mereka mulai merintih tempat grosir dengan skala kecil.
Perkembangan dari Alibaba mulai menyasar dunia teknologi meskipun saat itu kehadiran teknologi belum masif seperti sekarang. Melalui situs Alibaba.com, menjadi awal mulai produk yang dijual Alibaba fokus dalam penjualan dengan cara online.
Saat itu, popularitas jual beli online memang belum seperti sekarang ini. Namun Jack Ma dan temannya membuat sebuah perencanaan yang sangat tepat dengan membangun sistem berbelanja yang berbasis online atau sering disebut sebagai e-Commerce. Barulah di tahun-tahun berikutnya, Alibaba mulai bisa membuktikan kesuksesannya.
Tahun 2004, Alipay
Alibaba tidak hanya stuck di situ saja untuk mengembangkan bisnisnya. Perusahaan ini kemudian membuat platform atau sistem pembayarannya sendiri melalui Alipay dimana platform ini pada saat ini berhasil menjadi sistem pembayaran yang terbesar di Tiongkok.
Sistem pembayaran ini menggunakan sistem QR yang dikembangkan dengan baik. Kemudian Alipay juga memperluas jangkauan pasarnya dengan cara mengintegrasikan Alipay ke dalam website jual beli online atau e-Commerce dari perusahaan Alibaba.
Integrasi inilah yang dirasa pelanggan sangat memudahkan dalam melakukan belanja online. Jika pelanggan ingin membeli produk dari situs Alibaba, hanya cukup mengisikan saldo pada akun Alipay.
Selanjutnya bisa melakukan pembayaran dengan cara yang lebih aman dan cepat. Tidak disangka-sangka, sistem yang dibangun oleh Alibaba Group ini diterima dengan sangat baik oleh pasar di Tiongkok.
Hadirnya Alipay juga menjadi tonggak untuk kehadiran anak perusahaan lain, yaitu TMall dan TaoBao. Keduanya mampu membuat nama Alibaba Group menjadi semakin besar.
Tahun 2007, Mulai Memasuki Bursa Saham di Hongkong
Alibaba Group terus mengalami perkembangan yang pesat dan membuktikan dirinya sebagai perusahaan besar. Kemudian Alibaba mulai masuk ke dalam jajaran saham di Hongkong pada tahun 2007. Masuknya Alibaba ini mengantarkannya untuk memperoleh investor besar.
Pada tahun yang sama, Yahoo yang merupakan perusahaan besar kala itu mempunyai saham terbesar dari Alibaba Group. Jumlah yang tercatat pun cukup mengejutkan, yaitu sekitar 13 miliar dolar Hongkong. Nominal tersebut menjadi tanda bahwa Alibaba Group adalah perusahaan yang sangat menjanjikan.
Tahun 2014, Go International
Alibaba Group terus melakukan pengembangan perusahaan dan tidak puas dengan pencapaian yang sudah didapatkannya. Pada tahun 2014, Alibaba yang sudah memiliki banyak anak perusahaan, mulai go international dengan menjangkau pasar dari seluruh dunia.
Pertama kalinya di tahun tersebut, Alibaba masuk ke dalam bursa di New York, Amerika Serikat. Saat itu, Alibaba sudah berhasil masuk ke dalam pasar international. Alibaba pun berusaha kembali membeli saham perusahaan yang sebelumnya sudah dimiliki oleh Yahoo.
Kesuksesannya merambah ke pasar international, membuat Alibaba Group memperoleh investor tambahan dengan skala besar, yaitu dari Suning dengan nominal 4,6 miliar dolar. Angka tersebut menjadikan Alibaba semakin mengembangkan perusahaannya agar bisa berintegrasi dengan perusahaan-perusahaan finansial lainnya.
Selanjutnya, Alibaba memperoleh lisensi menjadi salah satu perusahaan fintech yang ada di dunia. Alibaba bukan hanya sekadar berjualan online saja, namun perusahaan ini sudah menjadi perusahaan yang termasuk memiliki pengaruh di dunia.
Nah hingga saat ini Alibaba Group terus mengembangkan bisnisnya dan bertahan sebagai perusahaan raksasa skala dunia. Perjalanan panjang dan jatuh bangun Alibaba Group tidak terlepas dari peran Jack Ma dan temannya sebagai founder. Sejarah Alibaba Group ini juga sering menjadi kisah inspiratif di dunia.







