Ekspor dan impor punya kaitan erat dengan perdagangan internasional. Meski sama-sama berkaitan dengan dagang antar negara, tapi ada aspek-aspek tertentu yang bisa membedakan keduanya.
Kedua istilah ini mungkin sudah Anda sering dengar, tapi untuk lebih jelas memahami perbedaan keduanya, simak pembahasan kali ini.
Pengertian Ekspor & Impor
Untuk menunjang keutuhan akses perdagangan suatu negara dengan negara lainnya, baik itu ekspor maupun impor, punya peranan sangat penting.
Bahkan dampaknya bisa saja cukup besar untuk kondisi ekonomi. Lalu apa pengertian kedua istilah tersebut?
Ekspor berarti pengiriman produk yang berasal dari negara tertentu dengan tujuan negara lainnya yang berbeda. Contohnya misal Indonesia mengekspor minyak kelapa sawit ke China, Pakistan, atau Malaysia.
Produk yang diekspor bisa dalam beragam jenis dan punya prospek bagus dalam pasar internasional. Dengan adanya aktivitas ekspor ini, maka bisa berdampak baik untuk pertumbuhan ekonomi.
Ekspor bisa menunjang pendapatan suatu negara yang menjadi negara ekspor. Beragam produk potensial unggulan dari suatu negara bisa dikirim ke luar negara untuk mendapatkan manfaat lebih baik.
Sementara impor lebih ke memasukkan produk yang berasal dari negara lain. Impor dilakukan bisa dalam lingkup permintaan pemerintah, maupun perusahaan.
Dengan adanya impor, maka bisa menunjang kebutuhan negara terutama saat terdapat krisis pengadaan atau terkendala dalam efisiensi produksi. Meski ada masalah dalam pengadaan barang tersebut, tetap bisa di antisipasi permintaannya dengan aktivitas impor.
Beberapa Perbedaan Ekspor & Impor
Adanya kebijakan impor – ekspor mampu menjanjikan keuntungan potensial untuk pebisnis terkait. Bisnis bukan hanya bisa diperluas di dalam negara saja tapi bisa lebih luas lagi ke beberapa negara lainnya yang punya potensi pangsa pasar bagus.
Baik itu impor maupun ekspor, berarti mengirim produk bisnis antar negara, tapi ada aspek-aspek tertentu yang membedakan keduanya, berikut beberapa di antaranya:
Perbedaan Dari Tujuannya
Adanya ekspor lebih ke supaya jangkauan pasar bisnis lebih luas. Jika ekspor dilakukan dengan baik, maka bisa menunjang perkembangan ekonomi dan bisnis dalam negeri.
Beda dengan impor yang lebih ke pemenuhan permintaan pada suatu produk tertentu dengan mendapatkannya dari negara lain.
Perbedaan Dari Manfaatnya
Dari manfaatnya juga berbeda, adanya ekspor bisa bermanfaat untuk menguatkan devisa negara, meningkatkan kekuatan perdagangan internasional, sekaligus menjaga hubungan antar negara.
Sedangkan impor bisa bermanfaat untuk memudahkan pemenuhan permintaan produk. Para pebisnis bisa memanfaatkan impor untuk mendapatkan bahan-bahan baku potensial dengan harga bersaing.
Bahan baku juga bisa lebih bervariasi karena tidak terbatas dari sumber daya dalam negeri saja. Pada akhirnya inovasi produk pun bisa dilakukan oleh para pelaku bisnis.
Keterlibatan
Untuk ekspor, yang lebih berperan yaitu pelaku bisnis baik itu dalam skala kecil seperti UMKM maupun perusahaan besar. Pelaku aktivitas impor lebih ke produsen produk dan distributor produk.
Kurang lebih mereka mendapatkan bahan belum jadi sempurna dari luar negeri, lalu dipasarkan di dalam negeri.
Prosedur Pemeriksaan
Baik itu produk yang diimpor maupun diekspor, akan diperiksa dengan prosedur tertentu. Bukan hanya produknya saja yang diperiksa secara fisik tapi juga dokumen-nya juga diperiksa.
Dalam melakukan kedua aktivitas perdagangan ini, sangat penting memahami apa saja barang yang tidak diperbolehkan dan bisa berbeda antar keduanya.
Bukan hanya pemeriksaan saja, ada juga tindakan selanjutnya yaitu pengelompokan dan sebagainya yang bisa berbeda antara ekspor-impor.
Perbedaan Produk
Kalau untuk aspek yang satu ini lebih ke kebutuhan negara terkait. Sebut saja produk ekspor dari Indonesia yaitu seperti kopi, kelapa sawit, karet, beras dan sebagainya. Pada sisi lain, produk yang diimpor yaitu seperti besi, plastik, aluminium dan sebagainya.
Syarat Dokumen
Melakukan aktivitas impor-ekspor sangat penting memperhatikan syarat dokumen dan antar keduanya bisa berbeda.
Dokumen yang dibutuhkan bisa berbeda karena peruntukkan-nya jelas berbeda. Misal syarat dokumen untuk eksportir yaitu seperti SIUP, PEB, NPWP, TDP dan sebagainya.
Perbedaan Bea
Bea antara ekspor dan impor bisa saja berbeda. Dalam aktivitas impor, ada istilah bea masuk yaitu biaya produk impor supaya bisa masuk resmi ke suatu negara.
Nilai bea masuk bisa diketahui dari aturan negara terkait atau dari undang-undang. Istilah bea untuk ekspor adalah bea keluar yaitu pungutan biaya produk-produk yang keluar dipasarkan dari Indonesia.
Kesimpulan
Ekspor berarti menyalurkan suatu produk ke negara lain dengan tujuan memperluas pasar bisnis dan menguatkan posisi perdagangan internasional.
Sementara impor berarti membeli barang dari negara lain agar permintaan dalam negeri akan produk terkait bisa terpenuhi saat negara tidak cukup memungkinkan dalam menyediakannya.
Perbedaan antara keduanya bisa terlihat dari dokumen yang dibutuhkan, pemeriksaan, nilai bea dan tujuannya.
Meski cukup banyak perbedaannya, tapi keduanya tetap dibutuhkan untuk menjamin keseimbangan ekonomi dan manfaat-manfaat penting lainnya.
Demikian pembahasan dari Union Logistics mengenai seputar ekspor-impor, semoga bermanfaat untuk Anda semua. Jika Anda membutuhkan layanan cargo murah di Jakarta Barat bisa menghubungi kontak Union Logistics.







