Seperti yang diketahui, jenis kemasan yang digunakan untuk proses pengemasan produk terdiri dari beragam jenis kemasan. Dari mulai kemasan primer, sekunder hingga tersier yang memiliki fungsinya masing-masing.
Namun dari ketiga jenis kemasan tersebut ada perbedaan yang harus diketahui sehingga bisa dengan tepat memilih jenis kemasan yang dibutuhkan.
Pengertian Kemasan Tersier Dan Jenisnya
Kemasan tersier merupakan jenis kemasan yang memiliki kegunaan menjadi pelindung sekaligus wadah untuk kemasan sekunder terutama untuk pengiriman produk jarak jauh seperti ekspor ke pasar luar negeri.
Sedangkan menurut buku Bahan Ajar Kimia Pangan Konstruktivisme 5 Fhase Needham (2021) yang ditulis oleh A. Rachman Ibrahim disebutkan bahwa kemasan tersier memiliki fungsi untuk identifikasi produk.
Dari pengertian tersebut bisa dipahami bahwa dengan menggunakan kemasan tersier maka produk yang dikemas tetap terlindungi dan mudah untuk diidentifikasi.
Tujuan Pengemasan Tersier
Adapun pengemasan jenis tersier memiliki 3 tujuan utama yaitu;
Memudahkan Pengiriman
Adanya kemasan tersier ditujukan untuk bisa memudahkan dan mempercepat pemindahan unit paket kiriman di dalam alat transportasi yang akan dipakai kemudian selanjutnya dikirim ke gudang tempat paket disimpan
Untuk Memberikan Perlindungan
Bahwa kemasan tersier bertujuan untuk memberikan perlindungan selama proses angkut dan pengiriman dilakukan, di mana kemasan sekunder harus aman, stabil dan terlindung dengan baik dari berbagai risiko yang bisa menimpa produk
Memudahkan Proses Distribusi Paket
Tujuan yang berikutnya adalah untuk memudahkan proses pengangkutan dalam proses distribusi paket. Khususnya untuk jenis pengangkutan dengan muatan berkapasitas besar atau dengan massa berat sehingga bisa lebih aman dan terlindungi. Tahapan pengemasan produk meliputi tahap sebagai berikut;
Kemasan primer yaitu ketika produk dibungkus dengan menggunakan plastik pembungkus atau jenis kemasan lainnya. Seperti botol gelas, plastik, karton, kaleng dan lainnya untuk kemasan produk makanan serta minuman. Untuk jenis kemasan primer, menggunakan bahan yang tidak menyebabkan terjadinya reaksi kimia seperti perubahan warna, bau, cita rasa dan lainnya.
Kemasan sekunder adalah ketika produk yang sudah dibungkus plastik, dibungkus kembali dengan plastik luar bungkus. Jenis kemasan yang berfungsi untuk menjadi wadah sekaligus pelindung kemasan primer sehingga aman serta mudah untuk dibawa. Biasanya bisa berbentuk tas kantong plastik, tas kertas hingga kotak yang terbuat dari kardus.
Kemasan tersier, yaitu ketika kemasan primer dan sekunder dibungkus dengan menggunakan kardus atau kotak kayu. Untuk saat ini, kemasan kontainer menjadi jenis kemasan yang paling banyak digunakan untuk pengiriman paket jarak jauh.
Jenis kemasan tersier diantaranya adalah sebagai berikut;
- Kardus
- Karton
- Palet kayu
- Bungkus plastik
- Peti kayu
- Kontainer
- Kotak gabus
- Bubble wrap
Perbedaan Jenis Kemasan Tersier dan Jenis Kemasan Lainnya
Perbedaan utama dari berbagai jenis kemasan yang digunakan adalah terletak pada tahapan pengemasan.
Di mana untuk menggunakan jenis kemasan tersier hanya akan dilakukan di tahap pengemasan yang terakhir sebelum produk didistribusikan. Berikut ini beberapa ciri khas dari jenis kemasan tersier;
- Digunakan untuk menggabungkan beberapa jenis kemasan sekunder sehingga menjadi satu unit pengiriman dalam proses distribusi
- Dipakai untuk membantu mengangkut produk kiriman dalam jumlah besar atau banyak secara praktis
- Termasuk jenis kemasan yang pertama kali dibuka oleh penerima atau penjual kemudian langsung dibuang, sehingga umumnya tidak banyak diketahui oleh kebanyakan orang
- Jenis kemasan tersier biasanya bisa dilihat ketika sedang melakukan bongkar barang atau setok ulang barang di gudang
- Dengan menggunakan kemasan tersier, maka petugas ekspedisi jauh lebih mudah untuk memuat dan menurunkan produk kiriman dari gudang ke kendaraan pengangkut barang
- Berfungsi menjadi kemasan pelindung tambahan yang digunakan selama proses penyimpanan maupun pengiriman
- Umumnya berukuran besar, karena di dalamnya bisa memuat beberapa kemasan sekunder yang sudah dikelompokkan terlebih dahulu
- Kemasan tersier termasuk jenis kemasan siap dirakit, karena untuk menggunakannya dibutuhkan proses rakit terlebih dahulu sebelum diisi dengan produk yang dikemas
Dengan mengemas produk yang sudah dikemas dengan kemasan primer dan sekunder, produk jauh lebih terlindung dengan kemasan tersier.
Sehingga ketika produk sampai di tujuan dengan aman dan selamat sehingga sangat berpengaruh pada pemasaran.
Produk bisa dengan mudah terjual, laris manis karena terlihat memiliki penampilan yang masih mulus dan bagus.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas bisa dipahami bahwa perbedaan antara kemasan tersier dengan jenis kemasan lainnya memang terlihat signifikan.
Namun antara jenis kemasan yang satu dengan yang lainnya membentuk satu rangkaian proses pengemasan yang harus dilakukan dengan memperhatikan fungsi dan tujuannya.
Maka antara jenis kemasan tersier dengan kemasan lainnya merupakan hal yang tak bisa dipisahkan untuk satu tujuan mengemas produk sehingga terlindung dari berbagai macam bahaya yang bisa merusak isi kemasan tersebut.







