Baik itu shipping line maupun freight forwarder berfungsi penting untuk menunjang logistik melalui kapal laut. Dari segi layanan, keduanya bisa dibedakan tapi apa saja perbedaannya? Simak penjelasan lengkap melalui pembahasan kali ini.
Apa Perbedaan Freight Forwarder Dengan Shipping Line?
Salah satu jalur logistik populer terutama untuk volume besar adalah jalur laut. Melalui jalur laut, pengiriman menuju negara mana saja bisa memungkinkan. Kita bisa memanfaatkan bantuan ke shipping line yang profesional dalam mengoperasikan kapal laut.
Bisa juga mengandalkan layanan dari freight forwarder yang akan mengantarkan barang sampai alamat Anda. Sebagai tim freight forwarder, berikut penjelasan lengkap apa saja yang membedakan shipping line dengan freight forwarder. Berikut beberapa di antaranya;
Tujuan Akhir Pengiriman
Shipping line memang bisa diandalkan untuk pengiriman barang melalui jalur laut, tapi sayangnya layanan mereka hanya terbatas di laut saja. Dengan kata lain, barang Anda tidak akan dikirim melalui jalur lainnya.
Tujuan akhir pengiriman melalui shipping line adalah pelabuhan. Jadi sebelum mengirim melalui jasa shipping line, Anda harus tahu lokasi pelabuhan terdekat dari Anda dan pelabuhan terdekat di destinasi tujuan.
Setelah barang sampai di pelabuhan, shipping line hanya menaruh barang dan mengurus Bill of Lading. Proses pengiriman selebihnya akan diurus oleh pengirim maupun penerima.
Ini berbeda dengan freight forwarder yang mengurus pengiriman secara komprehensif. Mulai dari pengambilan di lokasi pengirim hingga sampai di alamat spesifik penerima akan diurus jasa ini.
Jika Anda familiar dengan istilah door-to-door, inilah sebutan yang tepat untuk layanan freight forwarder.
Kelengkapan Layanan
Cakupan layanan freight forwarder lebih lengkap dari pada shipping line. Pengaturan pengiriman mereka lebih kompleks karena tidak hanya seputar pengangkutan dengan kapal saja.
Mereka juga bisa membantu pengirim untuk mengurus dokumen tertentu terutama terkait pengiriman barang antar negara.
Jadi Anda tidak perlu lagi repot mengurus surat jalan, packing list, invoice dan dokumen lain sebagainya. Freight forwarder juga menyediakan layanan ekstra lain tapi mungkin bisa berbeda antar perusahaan.
Secara umum, layanan freight forwarder mencakup penyimpanan barang sebelum dikirim, pengemasan yang aman, dan pengiriman.
Mereka juga biasanya menyediakan asuransi khusus kargo yang membuat pengirim tidak perlu khawatir akan barang mereka.
Dalam mengurus logistik laut, freight forwarder akan bekerja sama dengan shipping line itu sendiri. Mereka mungkin bernegosiasi seputar jenis armada, jadwal, harga, dan lain sebagainya.
Sementara shipping line punya layanan lebih terbatas. Mereka hanya fokus merencanakan jadwal pengiriman, menaruh barang di kontainer, dan mengirimnya ke pelabuhan.
Tidak ada layanan kepengurusan dokumen impor-ekspor yang lengkap dari jasa shipping line. Artinya anda harus mengurus sendiri sebelumnya sebagian besar syarat dokumen pengiriman.
Setelah semua dokumen dipastikan siap, maka shipping line baru akan bekerja.
Moda Transportasi Yang Digunakan
Biasanya perusahaan shipping line memiliki kapal yang dioperasikan sendiri. Kapal mereka akan digunakan untuk melayani pengiriman antar pelabuhan.
Layanan transportasi lain selain kapal di luar tugas shipping line. Jadi kalau Anda butuh pengiriman barang setelah shipping line drop barang di pelabuhan, Anda perlu mengandalkan jasa lainnya.
Sementara moda transportasi yang digunakan freight forwarder lebih lengkap, bukan hanya sekadar kapal laut saja. Mereka mengatur pengiriman barang mulai dari darat, laut, hingga udara.
Tujuan utama freight forwarder adalah mengantar barang sampai ke alamat akhir. Sepanjang perjalanan barang, tidak hanya melalui kapal saja tapi juga dengan truk kargo.
Tapi bukan berarti freight forwarder selalu memiliki armada tersebut. Freight forwarder sering kali hanya mengurus layanan pengiriman, bukan memiliki armada atau fasilitas fisik untuk menunjang pengiriman tersebut.
Mereka bermitra dengan berbagai perusahaan terutama terkait transportasi dan logistik.
Perbedaan Biaya
Sekarang kita tahu kalau freight forwarder menyediakan layanan lebih komprehensif dibandingkan shipping line. Secara otomatis, harga jasa freight forwarder lebih mahal dari pada shipping line.
Harga tersebut sudah mencakup keseluruhan layanan yang jauh lebih komplit dari pada shipping line atau jasa logistik lainnya.
Tapi Anda tidak perlu khawatir akan keluar banyak uang karena freight forwarder memiliki jaringan luas dan optimal. Freight forwarder akan menegosiasikan harga terbaik ke tiap mitra mereka.
Meski harus membayar lebih, justru malah bisa menghemat pengeluaran Anda atau setidaknya menghemat waktu maupun tenaga Anda.
Kesimpulan
Bagi Anda yang ingin mengirim barang antar pulau atau negara, jasa freight forwarder dan shipping line bisa diandalkan. Setiap jasa logistik ini punya keunggulan masing-masing.
Perbedaan antara keduanya bisa dari cakupan layanan, tujuan pengiriman, biaya, dan jenis transportasi. Shipping line dan freight forwarder sama-sama mengandalkan kapal laut tapi freight forwarder tidak mesti memiliki armada tersebut.
Tujuan akhir pengiriman shipping line adalah pelabuhan / port sementara freight forwarder ke alamat akhir penerima. Semoga penjelasan singkat mengenai perbedaan Freight Forwarder dan Shipping Line dari Union Logistics dapat menambah pengetahuan Anda.







