FTL (Full Truckload) adalah metode pengiriman kargo darat, dimana satu truk digunakan secara eksklusif hanya satu pengirim saja. LTL (Less Than Truckload) adalah kebalikannya, dimana satu truk diisi barang dari beberapa pengirim sekaligus dengan biaya yang ditanggung bersama.
Pilihan antara FTL dan LTL tergantung pada volume barang, anggaran, dan seberapa cepat barang harus sampai.
Apa itu FTL dan LTL dalam Cargo Darat?
Pengertian FTL (Full Truckload)
FTL adalah kondisi dimana pengirim menyewa satu unit truk penuh hanya untuk muatannya sendiri (Ekslusif). Tidak ada barang dari pengirim lain di dalam truk yang sama. Metode ini sangat cocok untuk pengiriman dengan volume besar muatan 1 truk, atau untuk barang sensitif (pecah belah, elektronik, cairan) dan tidak boleh dicampur dengan muatan lain.
Truk yang digunakan dalam FTL bisa disesuaikan dengan dimensi dan berat barang yang dikirim, seperti truk engkel dengan kapasitas ±2 ton hingga truk tronton dengan kapasitas ±15 ton.
Pengertian LTL (Less Than Truckload)
LTL adalah kondisi dimana muatan pengirim tidak memenuhi seluruh kapasitas 1 truk, sehingga ruang muatan yang tersisa diisi barang dari pengirim lain (Umum). Biaya pengiriman dihitung proporsional sesuai berat atau volume barang yang dikirim, bukan dari harga sewa satu truk penuh.
Metode LTL lebih umum dipakai oleh usaha kecil dan menengah dalam mengirim barang dengan jumlah sedang, tapi tidak cukup untuk satu truk penuh.
Memiliki usaha yang mengharuskan Anda melakukan pengiriman dalam jumlah besar, Anda harus mengetahui apa itu istilah FTL dan LTL dalam Cargo Darat. Pengiriman FTL (Full Truckload) dan LTL (Less Than Truckload) dalam cargo darat bisa dikatakan sebagai pengiriman yang sama, namun menggunakan metode yang berbeda. Untuk keduanya juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Kelebihan dan Kekurangan Pengiriman FTL dan LTL
Jika Anda memiliki usaha dan mengharuskan pengiriman dalam jumlah besar Anda perlu mempertimbangkan dengan baik proses kirim. Termasuk dalam memilih metode pengiriman yang akan digunakan.
FTL (Full Truckload) dan LTL (Less Than Truckload) dalam cargo darat memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri bagi pelaku usaha. Anda bisa menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan pengiriman.
Kelebihan FTL
Kelebihan pertama dari FTL (Full Truckload) adalah proses pengiriman jauh lebih cepat karena dalam satu truk hanya terisi barang dari satu pengirim. Memungkinkan tujuan kirim lebih terpusat dan waktu pengiriman bisa lebih singkat.
Keamanan barang pun bisa lebih terjaga karena risiko bongkar muat barang juga berkurang. Selain itu risiko manipulasi muatan selama perjalanan pun bisa di minimalisir.
Jika hendak mengirimkan barang berukuran besar atau sensitif seperti mudah cepat pengiriman ini cukup efisien karena Anda bisa meminimalkan risiko bercampur-nya barang saat kirim.
Kekurangan FTL
Untuk kekurangan dari FTL (Full Truckload) pada kargo darat yang pertama adalah biaya lebih tinggi. Hal ini dikarenakan satu pengirim menggunakan biaya untuk seluruh muatan truk. Apalagi jika Anda mengisi muatan truk tidak penuh, pastinya akan meningkatkan biaya.
Jika Anda memiliki pengiriman dalam jumlah besar namun belum memenuhi satu truk misalnya untuk satu kali kirim metode FTL ini kurang efisien. Akan tetapi Anda bisa memilih kendaraan FTL sesuai dengan dimensi dan berat barang yang akan Anda kirimkan.
Kelebihan LTL
Kelebihan pertama dari LTL (Less Than Truckload) tentu saja biaya jauh lebih murah. Hal ini dikarenakan paket atau barang Anda akan dimuat bersamaan dengan paket orang lain dalam satu kendaraan biaya jadi lebih murah.
Anda juga bisa memilih pengiriman ekonomis jika barang yang Anda kirim lebih sedikit. Pengiriman bisa lebih fleksibel dan efisien karena Anda tidak harus menunggu jumlah muatan penuh.
Kekurangan LTL
Kekurangan dari LTL (Less Than Truckload) untuk pengiriman yakni membutuhkan waktu lebih lama. Hal ini dikarenakan barang yang Anda kirim berbagi ruang dengan muatan lain maka perlu waktu untuk proses bongkar muat selama pengiriman.
Mengingat seringnya dilakukan pembongkaran maka risiko kerusakan barang pun jauh lebih besar. Selain itu barang yang mudah pecah bisa tercampur dengan barang lain sehingga berisiko rusak lebih tinggi.
FTL Atau LTL Untuk Pengiriman Jumlah Besar?
Manakah diantara pengiriman FTL atau LTL yang cocok digunakan untuk pengiriman jumlah besar? Untuk keduanya sama cocoknya namun kembali lagi bergantung dari kebutuhan Anda dalam proses kirim.
Ada banyak faktor yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih metode FTL atau LTL agar bisa menghemat biaya pengiriman serta bisa melaksanakan pengiriman dengan efisien dan cepat.
Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan adalah biaya dan volume barang yang akan dikirimkan. Jika jumlah barang yang akan Anda kirimkan bisa memenuhi satu muatan kendaraan maka akan lebih baik jika menggunakan FTL.
Atau jika Anda hendak mengirimkan barang jumlah besar yang mudah pecah atau mudah rusak. Tapi jika volumenya tidak banyak Anda bisa menggunakan LTL untuk menghemat biaya.
Faktor kedua adalah kecepatan pengiriman. FTL memiliki waktu kirim yang lebih cepat jika dibandingkan LTL. Jika barang yang akan dikirimkan memiliki masa guna rendah Anda bisa menggunakan FTL.
Faktor selanjutnya yang perlu Anda pertimbangkan adalah keamanan dan penanganan barang. Anda bisa menggunakan metode LTL jika barang yang dikirimkan tidak mudah pecah. Namun jika barang yang akan dikirimkan rentan pecah atau mudah rusak akan lebih baik jika menggunakan FTL.
Berikut ringkasan kapan harus menggunakan FTL atau LTL;
- Volume barang yang akan dikirim bisa memakan 70 – 100% kapasitas truk. Jika dibawah angka itu, maka biaya per kg LTL biasanya lebih efisien.
- Barang yang dikirim mudah pecah, bernilai tinggi atau sensitif, misalnya barang elektronik, keramik, atau produk makanan dengan kemasan rapuh.
- Pengiriman punya batas waktu ketat dan tidak boleh terlambat sampai di tujuan.
- Barang yang dikirim tidak boleh dicampur dengan muatan lain karena alasan keamanan atau regulasi ketat.
- Volume barang yang akan dikirim jauh di bawah kapasitas satu truk dan anggaran terbatas.
- Jadwal pengiriman fleksibel atau tidak ada deadline waktu yang ketat.
- Barang tahan banting dan tidak berisiko rusak jika melewati beberapa kali proses bongkar muat.
- Bisnis Anda masih dalam tahap awal dan belum punya volume pengiriman rutin yang besar.
Berapa Biaya Cargo Darat FTL vs LTL?
Biaya FTL akan dihitung per-perjalanan, bukan lagi per-kg. Harga tergantung rute, jenis truk yang digunakan dan jarak tempuh sampai ditempat tujuan. Sebagai gambaran, sewa truk engkel untuk rute Jakarta hingga Semarang berkisar Rp 1,5–2,5 juta tergantung kondisi jalan dan waktu pengiriman.
Biaya LTL akan dihitung berdasarkan berat aktual atau berat volumetrik barang, dan akan dicek mana yang lebih besar. Rumus berat volumetrik cargo darat: *Panjang × Lebar × Tinggi (cm) ÷ 4.000*. Jika hasil berat volumetrik lebih besar dari berat aktual, maka tarif akan dihitung dari hasil berat volumetrik.
Untuk mendapat perkiraan biaya yang akurat per-hari ini dan sesuai kebutuhan pengiriman Anda, segera hubungi tim Union Logistics di 0821-2489-3605.
Kesimpulan
Pengiriman FTL dan LTL dalam cargo darat bisa dikatakan metode pengiriman yang sama, namun dibedakan atas kapasitas muatan truk yang digunakan. FTL dan LTL memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Sebelum melakukan proses pengiriman dan memilih metode kirim yang akan digunakan Anda bisa menyesuaikan kebutuhan dengan mempertimbangkan faktor biaya, volume, kecepatan dan keamanan selama proses pengiriman.







