Bagaimana awal sejarah kereta api cepat di Indonesia? Masyarakat Indonesia kini patut berbangga karena sudah memiliki pilihan transportasi umum yang cepat bernama kereta api Whoosh atau yang juga disebut dengan Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh.
Meski terbilang baru, kereta ini memiliki sejarah yang cukup panjang, lho.
Awal Mula Pembentukan Kereta Api Cepat Indonesia
Beberapa sumber menyebut jika mega proyek ini sebenarnya sudah di gagas sejak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai presiden.
Meski demikian rencana tersebut terus bergulir hingga akhirnya terealisasikan pada era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Pada awalnya, pemerintah melalui Bappenas, Kemenhub, dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) melakukan studi kelayakan dengan Japan International Corporation Agency (JICA) untuk membangun kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.
Meski demikian, realisasi proyek tersebut terbilang cukup lama berhenti sehingga pada akhirnya pemerintah Indonesia memilih Tiongkok (China) sebagai pemenang proyek dengan nilai US$5 miliar atau setara dengan 75 triliun rupiah.
Pada tanggal 2 Oktober 2015, sejarah kereta Whoosh pun dimulai dengan berdirinya PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang dibentuk dari empat BUMN seperti PT KAI, Wijaya Karya, PTPN VIII dan Jasa Marga yang terlibat dalam proses pembangunan kereta berkecepatan tinggi.
Seiring berjalannya waktu, di bentuklah Perpres No. 107 Tahun 2015 yang mengatur tentang penyelenggaraan sarana kereta api cepat yang juga mengatur tentang “patungan” antara PSBI dan China Railway International Company Ltd menjadi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Kesepakatan tersebut tidak jarang menimbulkan pro dan kontra, baik di kalangan masyarakat hingga politisi. Meski demikian, Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan bahwa proyek ini tidak memerlukan jaminan dan pendanaan dari pemerintah Indonesia.
Pembangunan Proyek KCIC Whoosh
Pada tanggal 21 Januari 2016, batu pertama konstruksi diletakkan oleh Presiden Jokowi di kawasan Perkebunan Teh Walini yang dimiliki oleh PTPN VIII. Adapun perkiraan pembiayaan proses konstruksi kurang lebih mencapai 70 triliun rupiah.
Meski demikian, pembebasan lahan masih menjadi masalah sehingga menghambat proses pembangunan infrastruktur. Adapun rute kereta Whoosh yang ditetapkan yakni dengan jarak 142,3 km yang didukung oleh empat stasiun yaitu Halim, Karawang, Walini serta Tegalluar.
Pada 18 Oktober 2021, KCIC memberikan pernyataan bahwa Stasiun Walini dihapus dari daftar stasiun terkait adanya efisiensi biaya. Pada akhirnya, KCIC menggeser-nya ke Stasiun Padalarang sehingga integrasi moda dapat teratasi.
Setelah sekian lama pembangunan, akhirnya KCIC mulai mengujicoba jalur untuk kereta cepat Jakarta-Bandung pada 18 Mei 2023. Beberapa bulan setelahnya, tepatnya pada 16-30 September 2023, KCIC membuka uji coba awal kereta api Whoosh yang diselenggarakan gratis untuk masyarakat umum.
Penamaan Whoosh Sebagai Kereta Cepat Indonesia
Lantas mengapa kereta api cepat ini dinamakan “Whoosh”? Awalnya kereta cepat ini hanya akan dinamai KCJB alias Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Meski demikian, pemerintah mulai memikirkan nama yang tepat sebagai branding dari kereta berkecepatan 350km/jam ini.
Hingga akhirnya, Presiden Jokowi menugaskan Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) untuk mengadakan sayembara nama dan logo guna memberikan identitas bagi kereta api cepat kebanggaan masyarakat Indonesia tersebut.
Sejak bulan Juli 2023, diadakan sayembara yang dinilai oleh beberapa tim seperti Triawan Munaf, Pratikno (Mensesneg), Erick Thohir (Menteri BUMN), hingga Budi Karya Sumadi (Menhub). Dari beberapa pilihan nama, dipilihlah nama kereta api Whoosh.
Kata “Whoosh” sendiri merupakan onomatope bahasa Inggris berupa suara benda yang melaju kencang. Selain itu, “Whoosh” juga merupakan akronim atau singkatan dari “Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat”.
Selain nama, diadakan juga sayembara logo yang diikuti oleh 10 perusahaan desain grafis dan dipilih tiga desain terbaik. Logo yang terpilih pun akhirnya diumumkan bersamaan dengan peresmian Whoosh pada 2 Oktober 2023 lalu.
Layanan Yang Disediakan
Kereta cepat Whoosh ini dirancang dengan teknologi tinggi sehingga minim getaran dan bising, tahan air, gempa bumi, bahkan tahan pada serangan benda-benda asing. Kereta ini dibuat dengan desain yang unik menyerupai moncong komodo dan interior Batik Mega Mendung.
Adapun layanan kereta api Whoosh yang saat ini beroperasi terintegrasi dengan beberapa stasiun seperti Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan Tegalluar. Kereta ini menggunakan armada berkecepatan tinggi sebanyak 11 trainset dan 1 trainset kereta inspeksi.
Tarif kereta cepat ini ditetapkan Rp 300.000 yang menjadi tarif promo di awal pengoperasian. Dengan harga tersebut, Anda sudah mendapatkan kelas ekonomi premium untuk relasi kereta cepat Halim-Tegalluar. Harga tiket ini juga sudah termasuk dengan tiket kereta feeder ketika transit di Padalarang untuk menuju pusat kota Bandung.
Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar proyek kereta api Whoosh. Dapat diketahui bahwa proyek ini sudah direncanakan sejak lama dan kini sudah mulai bisa kita nikmati. Lantas apakah Anda sudah pernah mencoba naik kereta ini?







